Exploratory vs Explanatory
Kepada siapa kita berkomunikasi?
- Audiens
Semakin spesifik kita tahu siapa audiens kita, semakin besar potensi komunikasi kita sukses. Sehingga kita harus menghindari penyampaian data yang terlalu general. Kita juga perlu mengetahui kebutuhan informasi seperti apa yang ingin diketahui audiens. Berkomunikasi dengan terlalu banyak orang dengan kebutuhan berbeda sekaligus, cenderung tak tetap sasaran. Ini justru membuat kita kurang efektif dalam usaha untuk penyampaian informasi. Persempit target audiens, maka hasilnya akan lebih efektif. - Diri sendiri
Penting kita mengetahui hubungan kita dengan audiens, apakah mereka sudah mengenal kita? Apakah mereka menganggap kita sebagai ahli dan setiap hal yang kita sampaikan bisa dipercaya? Ini merupakan sebuah acuan untuk menyusun cara komunikasi kita, hal yang disampaikan, dan kapan harus menggunakan data. Hal ini dapat memengaruhi alur keseluruhan cerita yang ingin kita sampaikan.
Hal apa yang ingin diketahui audiens?
- Action
Bagaimana membuat informasi yang kita sampaikan bisa relevan untuk audiens? Ini penting agar audiens dapat memahami dengan jelas dan menyimak serius hal yang kita sampaikan.
Pernahkah kita berpikir bahwa audiens bisa lebih tahu daripada kita? Terkadang asumsi tersebut muncul. Tapi sebaiknya hapus pemikiran seperti itu. Jika kita adalah orang yang menganalisis dan mengkomunikasikan data, maka kita harus percaya bahwa kita yang ahli dalam bidang ini. Bahkan kita dapat melakukan interaksi dengan audiens untuk meningkatkan engagement rate atau mengurangi rasa gugup kita saat menyampaikan data tersebut. -
Mechanism
Metode yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengan audiens memiliki peran penting dalam sejumlah faktor, termasuk jumlah kontrol yang kita miliki atas bagaimana audiens memperoleh informasi dan tingkat detail yang perlu lebih dijelaskan.Pada proses presentasi langsung, kita dapat menanggapi audiens jika terdapat hal yang kurang jelas. Tidak semua yang kita sampaikan harus ditulis secara detail pada slide presentasi karena kita ada di sana untuk menjelaskan dan menjawab setiap pertanyaan yang muncul selama presentasi.
Lain halnya ketika hanya menuliskan hasil analisis dalam bentuk dokumen. Jika pada presentasi langsung kita dapat mengendalikan audiens yang kurang paham, maka hal tersebut tidak efektif jika bentuk informasinya berupa dokumen. Tingkat detail yang diperlukan pada penulisan dokumen biasanya lebih tinggi. Hal tersebut diakibatkan karena kita tidak ada di sana untuk menanggapi atau melihat ekspresi kebingungan audiens saat menemui bagian yang kurang jelas. Maka dari itu kita harus menentukan terlebih dahulu: apakah data disajikan secara langsung atau dalam bentuk tulisan dokumen.
-
Tone
Pertimbangan penting lainnya adalah nada penyampaian pada audiens. Apakah kita ingin menyampaikannya dengan ceria, memotivasi, atau serius? Nada yang kita inginkan untuk komunikasi akan memiliki pengaruh pada pilihan desain yang akan digunakan untuk membuat proses visualisasi data.
Bagaimana kita bisa menggunakan data untuk membantu menegaskan maksud kita?
- Siapa : Ketua panitia dapat menyetujui pendanaan untuk kelanjutan acara musik tahunan.
- Apa : Ketua panitia menyetujui untuk melakukan acara musik tahunan.
- How : Menggambarkan pendapat dan dampak yang dihasilkan oleh acara musik tersebut dan membandingkannya dengan acara-acara lainnya
